
Kampung Calincing
Kampung fiktif yang dekat dengan kehidupan Indonesia: rumah keluarga, pasar, warung, jembatan, sawah, dan urusan tetangga yang tidak pernah benar-benar selesai.
Kampung fiktif yang dekat dengan kehidupan Indonesia: rumah keluarga, pasar, warung, jembatan, sawah, dan urusan tetangga yang tidak pernah benar-benar selesai.

Seri 2 membuka cerita baru di rumah keluarga dan lingkungan Griya Cinta.

Kampung fiktif yang dekat dengan kehidupan Indonesia: rumah keluarga, pasar, warung, jembatan, sawah, dan urusan tetangga yang tidak pernah benar-benar selesai.

Lingkungan rumah Eneng dan Kevin. Susi tinggal di sebelah; Miranda dan Boby Boss tinggal di depan. Kedekatan itu membuat satu selang taman saja cukup untuk memulai cerita.
Momen dari dua seri disusun untuk memperlihatkan perjalanan Kampung Calincing.

Sawah, pasar, warung, rumah, dan jalan kampung menjadi panggung utama cerita Rbrain.

Eneng kuliah, Lanang SMA, Entong SMP. Rumah Pak Asep hampir tidak pernah sepi.

Pak Asep menghadapi masalah dengan kepala dingin—kadang terlalu santai.

Bu Romlah menjaga rumah tetap bergerak, meski caranya sering menjadi sumber kelucuan.

Eneng cerdas, tenang, dan penuh ide—sampai adik-adiknya menguji batas sabar.

Lanang bertumbuh, tapi rasa ingin tahu dan kebiasaan menjailinya tetap sama.

Entong kini anak SMA. Seragam baru tidak otomatis membuatnya lebih kalem.

Anak-anak tumbuh dan menempuh jalan masing-masing, tetapi rumah tetap pusat pulang.

Keluarga Martin memperluas lingkar pertemanan, persaingan, dan kejadian absurd.

Eneng dan Kevin memulai rumah tangga di Kompleks Griya Cinta.

Eneng dan Susi bisa mengubah menyiram tanaman menjadi pertandingan.

Miranda dan Boby Boss datang dengan rumah merah rubin seluas lima kavling.